Laman

Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Way Bungur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Way Bungur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2016

Posko Mudik Dapur Umum 1 Way Bungur Berikan Fasilitas Gratis Bagi Pemudik

Dok- Sigit Susilo
Dalam rangka turut mendukung kegiatan Mudik Lebaran Idul Fitri 1437 H, sekelompok Warga  Kecamatan Way Bungur yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Muhammadiyah, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyah Muhammadiyah dan GB Ansor Way Bungur menggelar Posko Simpatik di Jalan Lintas Pantai Timur Desa Taman Negeri Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.

Menurut H.M. Muslih, S.H.I. MH Ketua Posko Mudik Dapur Umum 1 Way Bungur, Pendirian Posko Simpatik ini bertujuan untuk membantu para pemudik yang melintas di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Dok- Sigit Susilo
Dok- Sigit Susilo
Dok- Sigit Susilo
Menurut Sigit Susilo, S.Pd.I.  Posko Simpatik yang juga di dukung oleh Pemerintah Daerah kabupaten Lampung Timur ini juga difungsikan sebagai dapur umum yang diperuntukkan bagi pemudik yang ingin beristirahat di Posko Simpatik ini.
Posko ini akan beroperasi Mulai H-5 hingga H+5 Idul Fitri 1437 H

Menurut Tri Wibowo, S.STP. MM. selaku Camat Way Bungur menegaskan bahwa Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam memberikan pelayanan kepada pemudik yg melewati jalur Jalan Lintas Timur. " Pembuatan dapur umum gratis ini bekerjasama dengan GP Ansor, pemuda muhammadiyah,Fatayat NU, Aisyiyah se kecamatan way bungur...dapur umum ini menyediakan nasi,mie instan,air mineral,kopi teh dll...fasilitas toilet dan tempat istirahat..semua gratis", pungkasnya

Rabu, 06 April 2016

Melirik Potensi Kerajinan Way Bungur


Kecamatan Way Bungur memiliki potensi kerajinan rakyat yang belum banyak dikenal. Padahal hasil kerajinan dari bambu dak kayu ini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk kerajinan di tempat lain.

Seperti produk-produk yang ditampilkan pada bazar dalam acara Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur tahun 2016 di Desa Toto Projo (Kamis 7 April 2016).

Wagito dan Martono keduanya adalah warga desa Toto Projo yang sejak beberapa tahun terakhir membuat produk kerajinan dari bambu dan kayu. Mereka memanfaatkan limbah kayu dan bambu dan mengubahnya menjadi produk kerajinan yang unik dan memiliki nilai seni tinggi.

Sebagai contoh Wagito membuat kerajinan dari akar bambu, dipadukan dengan kayu hingga membentuk  patung unggas. Bentuknya unik, karena serabut akar bambu yang di susun sedemikian rupa sehingga membentuk seperti unggas yang sedang mengepakkan bulu bulu pada tubuhnya.

Sementara Martono, menampilkan produk kerajinan yang berasal dari akar pohon. Akar pohon ini tetap dijaga bentuk aslinya, namun sentuhan finishing yang baik, akar -akar ini memunculkan sisi keindahannya. Martono juga sedikit memodifikasi akar ini menjadi rak, sehingga bisa digunakan untuk meletakkan vas bunga atau buku. Kerajinan ini cocok diletakkan di sudut ruang tamu atau ruang keluarga.

Nana Warga desa Taman Negeri yang juga menekuni kerajinan bambu juga turut serta memamerkan produk kerajinan dari bambu pada acara bazar ini.

Ketika ditanya kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha kerajinan ini, Wagito mengaku bahwa saat ini mereka terkendala dengan pemasaran. Mereka belum banyak memiliki jaringan pemasaran. Selain itu mereka juga masih bekerja sendiri sendiri sesuai dengan keahlian masing-masing.

Martono menambahkan bahwa mereka membutuhkan pembinaan dan fasilitasi dari pihak terkait agar produk kerajinan mereka bisa makin berkembang pemasarannya.

Nana mengakui upaya yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah membuat galery bersama-sama yang akan digunakan untuk menampung sekaligus tempat memajang karya karya mereka. Rencananya Galery ini akan didirikan di desa Taman Negeri tepatnya di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Mereka berharap rencana ini mendapat dukungan dari semua pihak, mengingat ada potensi besar di produk kerajinan yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi ciri khas Way Bungur khususnya dan Lampung Timur pada umumnya. (ytn)


Kamis, 31 Maret 2016

TOTO PROJO SIAP MENANGKAN LOMBA DESA TINGKAT KABUPATEN LAMPUNG TIMUR 2016

Seminggu jelang Penjurian Lomba DesaTingkat Kabupaten Lampung Timur tahun 2016, Desa Toto Projo terus bersiap. Berbagai elemen desa tengah bahu membahu melakukan persiapan akhir Perlombaan Desa.

Menurut Bahaudin (Sekretaris Desa Toto Projo), Segenap aparatur pemerintah, organisasi, lembaga desa bekerja sama dengan masyarakat tengah saat ini sedang menyelesaikan persiapan akhir untuk persyaratan Lomba desa. "Persiapan fisik saat ini sudah mencapai 90%, mulai dari Talut warga, pagar mini, dan lampu jalan dideapan rumah penduduk. Sedangkan untuk persiapan administrasi juga hampir selesai", paparnya.

Ketika ditanya kesiapan desanya untuk memenangkan perlombaan Desa tingkat Kabupaten ini, Baha menyatakan optimis. "Kami telah siap mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten, dan siap jadi Pemenangnya. Kami juga mohon dukungan dan doa semua pihak, agar pelaksanaan Penilaian Lomba Desa ini bisa Berjalan lancar", tegasnya.

Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur 2016 di Desa Toto Projo direncanakan dilaksanakan pada Kamis 7 April 2016 mulai pukul 09.00 wib.  Acara ini akan dipusatkan di Halaman Balai Desa Toto Projo. Acara ini direncanakan akah di hadiri oleh Bupati Lampung Timur beserta rombongan Tim Penilai Lomba Desa.

Menurut Suprapto (Ketua Panitia Pelaksana Lomba Desa Tk. Kabupaten) Desa Toto Projo, pihaknya mengupayakan acara ini berlangsung semeriah mungkin, dengan menghadirkan seluruh elemen masyarakat desa Toto Projo. Acara juga akan diisi dengan penampilan seni tari, yang bawakan oleh siswa-siswi SDN 1 Toto Projo, dan  seni musik yang akan dibawakan oleh ibu-ibu Jamaah Pengajian dari desa Toto Projo. (ytn)

Senin, 06 April 2015

Potensi Kerajinan dari Kecamatan Way Bungur

Kecamatan Way Bungur ternyata menyimpan potensi kerajinan yang cukup prospektif dikembangkan.

Sebut saja Nana' (warga Dusun V Taman Negeri) yang telah menekuni kerajinan bambu hitam untuk dibuat kursi, dipan dan perabotan lain.

Sementara Martono (Warga Toto Projo mengembangkan kerajinan berbahan akar kayu. Berbagai perabot seperti meja, rak dan hiasan berhasil ia buat.

Hampir senada disampaikan oleh Nana dan Martono, selama ini mereka memasarkan sendiri produknya. Mereka sebetulnya ingin mengembangkan usaha mereka, selain bisa mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal, juga bisa memberi kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Namun mereka  memengeluhkan sulitnya memasarkan produk mereka. Selain karena hanya ditempuh dengan cara dari mulut ke mulut, hingga saat ini mereka juga belum mendapatkan  mitra yang tepat dalam memasarkan produk ini.

Beberapa waktu lalu, M. Iskak (Galerry  Djaybe Craft Purbolinggo) Dilly Supiyanto (Pengasuh Saung Mako Cakra) dan Suyatno (PR Lensa Wirausaha) berkesempatan untuk mengunjungi para pengrajin ini. Dari penelusuran ini  mereka merencanakan untuk membentuk forum bersama sebagai wadah informasi dan pengembangan kerajinan di Purbolinggo dan Way Bungur.

Sabtu, 04 April 2015

Pondok Pesantren Darul Barokah Gelar Khaul ke 5

Sabtu malan Minggu 4 April 2015, Pondok Pesantren Darul Barokah Toto Projo Way Bungur Lampung Timur menyelenggarakan Pengajian Dalam Rangka Khaul ke 5 Ky. H. Zainal Mujahidin (Alm) yang merupakan pendiri Pondok Pesantren tersebut.
Acara ini dihadiri ratusan jamaah yang berasal dari desa di Kecamatan Way Bungur, Purbolinggo dan Sukadana. Selain itu dihadiri jamaah dari Kabupaten OKI Sumatera Selatan.
Pada acara pengajian ini di isi dengan acara Tahlil, sambutan tuan rumah oleh Ky.H. Zainal Arifin (Temanggung Jawa Tengah) dan tausiyah oleh Ky.H. Imam Muhtadi.. dari Bandar Agung Lampung Tengah.
Menurut Hi. M. Fuad Al-Asyrochie acara ini diselenggarakan bersama antara alumni dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Barokah.
Gus Fuad begitu ia biasa disapa, memyampaikan rasa syukur atas terlaksananya  acara ini. Berkat kerjasama yang baik antara alumni, masyarakat, aparat pemerintahan Desa Toto Projo dan Uspika Kecamatan Way Bungur rangkaian acara pengajian ini bisa berjalan lancar.

Jumat, 06 Maret 2015

Nama Desa di Way Bungur

Ada 8 Desa yang yang berada di Kecamatan Way Bungur.  Desa tersebut antara lain Tambah Subur, Toto Projo, Tegal Ombo, Taman Negeri, Toto Mulyo, Tanjung Qencono, Tanjung Tirto dan Kali Pasir.
Ada 3 Desa yang dilalui Jalan Lintas Timur Sumatera yaitu Desa Tegal Ombo, Desa Taman Negeri dan Desa Tambah Subur.  Di ketiga desa ini tampak perkembangan wilayah yang berbeda dengan desa lainnya. Disepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera berdiri berbagai macam tempat usaha.
Di Desa Tegal Ombo terdapat Simpang Bungur yang merupakan persimpangan jalan Bungur Raya (yang menghubungkan Kecamatan Purbolinggo dan Kecamatan Way Bungur. Ditempat ini mengalami perkembangan pesat. Puluhan tempat usaha mulai dari perdagangan, jasa, kuliner dan lain-lain telah mewarnai geliat Desa Tegal Ombo.
Sedangkan di Desa Taman Negeri terdapat Pasar Desa Taman Negeri yang terletak tepat di pinggir jalan Lintas Timur Sumatera . Pasar Desa ini akan menjadi pusat perdagangan bagi Kecamatan Way Bungur dan sekitarnya.
Desa Tambah Subur sebagai Pusat Pemerintahan Kecamatan Way Bungur  berdiri beberapa kantor pelayanan Publik seperti Polsek Way Bungur, KUA Way Bungur, Puskesmas Way Bungur dan tempat pendidikan milik pemerintah antara lain dari SDN Tambah Subur, SMPN 1 Way Bungur,  SMK N 1 Way Bungur, SMA N 1 Way Bungur.
Masih bqnyak potensi lain yang belum bisa penulis tuangkan dalam tulisan ini. Mengingat keterbatasan ruang dan waktu..
Semoga diwaktu mendatang bisa melanjutkan tulisan mengenai Kecamatan Way Bungur.