Laman

Tampilkan postingan dengan label Lampung Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Timur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

Bupati Lampung Timur Buka Pasar Murah di Way Bungur




Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2016, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Lampung Timur menggelar Pasar Murah di Kecamatan Way Bungur.

Acara yang di pusatkan di Lapangan Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur ini di buka langsung oleh Chusnunia Chalim Bupati Lampung Timur.

Dalam sambutannya Bupati Lamtim menyampaikan Lampung Timur saat ini memang sedang mengetatkan anggaran karena tengah menghadapi defisit anggaran.  Oleh karena itu Hal-hal yang belum urgen untuk dilaksanakan, akan ditunda pelaksanannya.

Namun demikian Kegiatan Pasar Murah  tetap dilaksanakan karena menyangkut kepentingan masyarakat, dan termasuk hal yang urgen untuk dilaksanakan.

Dari pantauan di lokasi, Bahan pokok yang di perdagangkan antara lain beras, minyak goreng, tepung terigu, sirup, minuman ringan, biskuit, tepung beras dll.

Tujuan utama kegiatan inin adalah untuk membantu meringankan beban masyarakat menghadapi lebaran.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dari seputar Kecamatan Way Bungur. Sejak pukul 08.00 wib mereka telah hadir di Lapangan Desa Tegal Ombo untuk membeli berbagai kebutuhan Pokok yang di sediakan.

Rabu, 06 April 2016

Melirik Potensi Kerajinan Way Bungur


Kecamatan Way Bungur memiliki potensi kerajinan rakyat yang belum banyak dikenal. Padahal hasil kerajinan dari bambu dak kayu ini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk kerajinan di tempat lain.

Seperti produk-produk yang ditampilkan pada bazar dalam acara Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur tahun 2016 di Desa Toto Projo (Kamis 7 April 2016).

Wagito dan Martono keduanya adalah warga desa Toto Projo yang sejak beberapa tahun terakhir membuat produk kerajinan dari bambu dan kayu. Mereka memanfaatkan limbah kayu dan bambu dan mengubahnya menjadi produk kerajinan yang unik dan memiliki nilai seni tinggi.

Sebagai contoh Wagito membuat kerajinan dari akar bambu, dipadukan dengan kayu hingga membentuk  patung unggas. Bentuknya unik, karena serabut akar bambu yang di susun sedemikian rupa sehingga membentuk seperti unggas yang sedang mengepakkan bulu bulu pada tubuhnya.

Sementara Martono, menampilkan produk kerajinan yang berasal dari akar pohon. Akar pohon ini tetap dijaga bentuk aslinya, namun sentuhan finishing yang baik, akar -akar ini memunculkan sisi keindahannya. Martono juga sedikit memodifikasi akar ini menjadi rak, sehingga bisa digunakan untuk meletakkan vas bunga atau buku. Kerajinan ini cocok diletakkan di sudut ruang tamu atau ruang keluarga.

Nana Warga desa Taman Negeri yang juga menekuni kerajinan bambu juga turut serta memamerkan produk kerajinan dari bambu pada acara bazar ini.

Ketika ditanya kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha kerajinan ini, Wagito mengaku bahwa saat ini mereka terkendala dengan pemasaran. Mereka belum banyak memiliki jaringan pemasaran. Selain itu mereka juga masih bekerja sendiri sendiri sesuai dengan keahlian masing-masing.

Martono menambahkan bahwa mereka membutuhkan pembinaan dan fasilitasi dari pihak terkait agar produk kerajinan mereka bisa makin berkembang pemasarannya.

Nana mengakui upaya yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah membuat galery bersama-sama yang akan digunakan untuk menampung sekaligus tempat memajang karya karya mereka. Rencananya Galery ini akan didirikan di desa Taman Negeri tepatnya di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Mereka berharap rencana ini mendapat dukungan dari semua pihak, mengingat ada potensi besar di produk kerajinan yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi ciri khas Way Bungur khususnya dan Lampung Timur pada umumnya. (ytn)